
Dan yang lebih parahnya lagi bayangan saya tentang menikah itu adalah
harus dirayakan dengan pesta. Pengalaman dari kakak / abang saya atau
teman-teman saya yang sudah menikah, mereka bisa menghabiskan uang
diatas 20 juta untuk acara resepsinya. Mendengar berita itu langsung
mental saya down, dapat duit darimana coba saya bisa mendapatkan
duit sebanyak itu.
Bisa sih ngumpulin duit segitu dengan menabung, tapi harus menunggu beberapa tahun lagi terus keburu harga barang-barang naik.Yah, sama juga bohong kan... -___-"
Bisa sih ngumpulin duit segitu dengan menabung, tapi harus menunggu beberapa tahun lagi terus keburu harga barang-barang naik.Yah, sama juga bohong kan... -___-"
Kekhawatiran saya terhadap menikah sedikit lebih lega setelah baca buku ini. Apakah iya, kita menikah harus mengadakan resepsi yang luar biasa. Kalo iya, sampe tua saya tidak bakalan menikah dong. Hanya sibuk menabung duit buat resepsinya aja.
Menikah itu kan ibadah, lagi pula dalam agama yang saya anut juga tidak
mempersulit untuk menikah. Asal kita sudah termasuk dalam katagori rukun
dan syarat2 nikah, yah berarti kita sudah bisa menikah. Membuat resepsi
pernikahan yang besar2an juga tidak wajib hukumnya. Itu tergantung
pihak penyelenggara ajah... #eaaa
Kalo saya pribadi pengen resepsi pernikahan yang sederhana saja. Tidak
lah harus yang gimana-gimana resepsinya, yang penting dalam pengucapan
ijab qabul-nya lancar total. :-)
Kembali lagi ke cerita bukunya....
Pokoknya, buku ini memotivasi / mendorong yang belum menikah karena
takut akan biaya ini itu untuk segera menikah. Nggak usah takut / cemas
kalo kita menikah beban hidup akan menjadi bertambah. Bukannya, setiap
orang memilki rejekinya masing-masing. Nah, otomatis rejeki makin
bertambah dong setelah menikah... Karena rejeki Suami ditambah lagi
rejekinya si Istri, apalagi ditambah rejeki si Anak. :-)
Gaya tulisan dibuku ini juga nyantai dan komedi. Jadi, saya membaca buku ini terasa tersindir sambil nyengir... :-D
Selamat Menikah...
Miliki bukunya ada di Gramedia
menjalankan ibadah.. ayooo Chai bisaaaa.. #eeeaaa
SUMBER: BLOG Chairudin Lukman :